Gejala Usus Buntu Pecah

Usus buntu pecah adalah komplikasi serius yang bisa terjadi ketika penyakit usus buntu tidak segera mendapatkan penanganan dan pengobatan yang serius, dan berikut ini adalah beberapa gejala usus buntu pecah yang perlu diwaspadai.

Gejala Usus Buntu Pecah

Gejala Usus Buntu Pecah Dan Akibat Yang Ditimbulkan

Penyakit usus buntu adalah kondisi dimana terjadinya pembengkakan dan peradangan usus buntu yakni organ berbentuk kantung kecil dan tipis yang terhubung dengan usus besar.

Indikasi atau gejala penyakit usus buntu yang umumnya muncul dan sering dialami oleh penderitanya adalah berupa nyeri perut bagian tengah yang menjalar ke perut bagian kanan bawah yang terjadi secara tiba-tiba dan akan terasa semakin parah.

Rasa nyeri atau sakitpun akan bertambah parah ketika terjadi penekanan pada bagian perut tersebut bahkan saat batuk dan berjalan. Selain itu ada beberapa gejala lain yang sering menyertai gejala tersebut, yakni :

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Perut kembung.
  • Tidak bisa buang gas.
  • Mual dan muntah.
  • Konstipasi atau diare.
  • Demam.

Dianjurkan segera memeriksakan diri kepada dokter atau pusat kesehatan terdekat jika beberapa gejala tersebut mulai anda rasakan atau temukan pada orang terdekat anda.

Hal tersebut guna menghindari usus buntu pecah yang mana jika hal tersebut terjadi akan sangat membahayakan karena bisa menyebabkan kematian.

Orang yang mengalami gejala usus buntu tanpa pengobatan dalam kurun waktu 48 sampai 73 jam beresiko tinggi mengalami usus buntu pecah.

Hal tersebut terjadi karena saat usus mulai terinfeksi bakteri yang semula normal akan mulai berkambang biak dengan cepat akibatnya usus akan mengalami peradangan dan terisi dengan nanah yang mengandung bakteri, sel jaringan, dan sel darah putih yang mati.

Peradangan dan infeksi tersebut lama kelamaan akan menyebabkan tekanan pada usus buntu. Akibatnya aliran darah pada usus akan menurun sehingga jaringan pada usus akan kekurangan darah dan mati secara perlahan.

Proses tersebut akan terus terjadi hingga dinding otot pada usus menjadi sangat tipis dan pada akhirnya pecah. Akibatnya nanah yang mengandung bakteri dalam usus buntu akan keluar ( bocor ) kebagian perut, dalam istilah medis disebut dengan peritonitis.

Operasi menjadi satu-satu cara yang biasa dilakukan oleh dokter dalam mengatasi penyakit usus buntu yakni dengan cara mengangkat dan membuang usus buntu tersebut.

( Baca : Biaya Usus Buntu Dan Perawatan Setelah Operasi Usus Buntu )

Akibat Usus Buntu Pecah Jika Tidak Segera Diatasi

Sesaat setelah usus buntu pecah penderita mungkinakanmerasa lebih baik dimana rasa nyeri yang timbul akan mereda. Namun hal tersebut tidak berlanhsung lama sebab usus buntu yang sudah pecah akan mulai menimbulkan gangguan kesehatan lain yang lebih berbahaya.

Bahkan pada beberapa kasus jika usus buntu sudah pecah bisa menyebabkan kematian utamanya jika usus buntu diderita oleh balita dan anak-anak.

Jika tidak segera mendapatkan penanganan peritonitis akibat usus buntu pecah akan menyebar dengan cepat kebagian tubuh lainnya melalui aliran darah ( septikemia ) yang mana hal tersebut bisa memicu sepsis yakni peradangan di seluruh tubuh.

Sepsis bisa menimbulkan syok septik yang ditandai dengan rendahnya tekanan darah hingga pada akhirnya bisa memicu sejumlah perubahan dan kerusakan organ-organ penting dalam tubuh yang berakibat pada kematian.

Jadi jelaslah sudah bahwa akibat dari usus buntu pecah ini sangat berbahaya dan mematikan sehingga apabila seseorang terindikasi mengalami beberapa gejala usus buntu pecah wajib mendapatkan penanganan dan pengobatan secepat mungkin.

Tanda Atau Gejala Usus Buntu Pecah

Berikut ini adalah beberapa indikasi atau gejala usus buntu pecah yang umumnya muncul dan terjadi pada orang yang mengalami, yakni :

  • Nyeri perut yang dimulai dari pusat dan menjalar ke perut bagian bawah
  • Perut bengkak dan terasa nyeri saat disentuh
  • Mual muntah
  • Sembelit
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Demam lebih dari 38,3 deraja celcisu
  • Denyut jantung meningkat

Segera temui dokter dan pusat kesehatan terdekat jika beberapa gejala tersebut mulai anda rasakan dan temukan pada orang terdekat anda utamanya jika anda dan orang terdekat anda didiaknosa menderita penyakit usus buntu guna mendapatkan penanganan dan pengobatan secepat mungkin.

Dengan begitu maka akibat usus buntu pecah bisa dihindari karena anda mendapatkan penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat.

Demikianlah informasi singkat tentang gejala usus buntu pecah dan akibat yang mungkin saja terjadi tidak segera diatasi semoga informasi yang disampaikan bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahu anda, terima kasih sudah menyimak dan jangan lupa bagikan jika anda rasa artikel ini bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *